Boyong Telkom hingga Kemensos ke Halbar, Gubernur Sherly Tjoanda: Maret 2026, Masalah Sinyal Tuntas


HALMAHERA BARAT – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, melakukan kunjungan kerja maraton di Kabupaten Halmahera Barat, Minggu (28/12/2025). Dalam kunjungan yang menggandeng sejumlah mitra strategis seperti Kementerian Sosial, PT Telkom, Telkomsel, dan Eiger ini, Gubernur membawa sejumlah "kado Natal" mulai dari kepastian infrastruktur telekomunikasi, beasiswa pendidikan, hingga bantuan perumahan.

Salah satu kabar yang paling dinanti warga adalah solusi atas masalah jaringan telekomunikasi di wilayah pelosok. Saat bertatap muka dengan warga dan siswa di SMA Negeri 11 Halmahera Barat, Sherly memastikan bahwa area blank spot di jalur Jailolo, Ibu, hingga Kedi akan segera teratasi.

"Biasanya kan kalau dari Jailolo ke Ibu atau Kedi sinyal hilang di tengah jalan. Sekarang sudah membaik. Infonya seluruh instalasi akan selesai di bulan Maret 2026," tegas Sherly yang didampingi langsung oleh Direktur Telkom dan jajaran Telkomsel wilayah Indonesia Timur.

Ia berharap, dengan masuknya sinyal internet yang stabil, potensi pariwisata lokal seperti Wisata Pancoran dapat lebih dikenal luas karena pengunjung bisa langsung membagikan momen mereka ke media sosial.

Kucurkan Beasiswa dan Tas Sekolah

Di sektor pendidikan, rombongan Gubernur memberikan suntikan semangat bagi pelajar SMA Negeri 11. Bekerja sama dengan Panitia Natal Nasional, Sherly menyalurkan beasiswa senilai total Rp100 juta bagi 100 siswa yang masuk dalam kategori Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) desil 1 dan 2. Masing-masing siswa menerima Rp1 juta.

"Ini harus tepat sasaran, bukan karena teman atau tetangga, tapi diverifikasi oleh Dinsos agar sampai ke mereka yang benar-benar membutuhkan," ujarnya.

Suasana sekolah semakin riuh saat tim dari Eiger membagikan tas sekolah, topi, dan perlengkapan lainnya kepada para siswa. Tak hanya itu, Gubernur juga menjanjikan bantuan komputer secara bertahap untuk sekolah-sekolah di Halbar guna menunjang digitalisasi pendidikan.

Bedah Rumah dan Kemandirian Ekonomi

Sebelumnya, di Desa Tedeng, Sherly berdialog dengan warga terkait program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Ia menjelaskan skema bantuan renovasi rumah yang akan memprioritaskan kelompok rentan seperti janda dan lansia.

"Target provinsi tahun depan ada 1.500 unit, nanti dibagi per kabupaten. Selain rumahnya diperbaiki, Kemensos juga akan memberikan modal usaha. Jadi setelah rumah bagus, ada modal buat jual nasi kuning atau usaha lain supaya mandiri," jelas Sherly.

Rangkaian kunjungan ditutup dengan pasar murah sembako untuk menekan inflasi daerah dan penyerahan bantuan alat produksi bagi pelaku UMKM di lokasi wisata, berupa oven, blender, dan peralatan masak lainnya.