DAVOS, SWISS – Presiden Republik Indonesia, Prabowo
Subianto, memberikan pidato kunci dalam ajang World Economic Forum (WEF) 2026
di Davos. Dalam kesempatan tersebut, Presiden memaparkan sejumlah capaian
signifikan pemerintahannya dalam satu tahun terakhir, mulai dari pertumbuhan
ekonomi yang stabil hingga langkah berani dalam pemberantasan korupsi.
Ekonomi yang Tangguh dan Inovasi "Dantara"
Presiden menekankan bahwa Indonesia saat ini merupakan
"titik terang global" (global bright spot). Ekonomi Indonesia secara
konsisten tumbuh di atas 5%, dengan inflasi yang terjaga di angka 2%.
Salah satu sorotan utama adalah pembentukan Dantara, Sovereign
Wealth Fund Indonesia yang mengelola aset senilai USD 1 triliun. Melalui
Dantara, pemerintah melakukan rasionalisasi jumlah Badan Usaha Milik Negara
(BUMN) dari 1.044 menjadi maksimal 300 perusahaan guna meningkatkan efisiensi
dan tata kelola berstandar internasional.
Efisiensi Anggaran dan Program Sosial
Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa dalam dua bulan pertama
masa jabatannya, pemerintah berhasil menghemat anggaran sebesar USD 18 miliar
dengan menghentikan program-program yang tidak efisien. Dana tersebut dialihkan
untuk program prorakyat, antara lain:
- Makan
Bergizi Gratis: Saat ini telah menjangkau 59,8 juta anak, ibu hamil,
dan lansia setiap harinya. Target tahun ini adalah melayani 82,9 juta jiwa
per hari.
- Kesehatan:
Layanan pemeriksaan kesehatan gratis (medical check-up) setahun sekali
bagi seluruh warga negara untuk deteksi dini penyakit.
- Pendidikan:
Digitalisasi sekolah dengan pengadaan panel pintar interaktif di ratusan
ribu sekolah serta pembangunan 500 sekolah asrama (boarding school) bagi
anak-anak dari keluarga paling miskin guna memutus rantai kemiskinan.
Perang Melawan Korupsi dan "Greedomics"
Secara tegas, Presiden menyatakan perang terhadap praktik
korupsi dan ekonomi yang didorong oleh ketamakan atau yang ia sebut sebagai "Greedomics".
- Pemerintah
telah menyita 4 juta hektar lahan perkebunan dan tambang ilegal.
- Terbaru,
Presiden mencabut izin 28 korporasi yang melanggar hukum, termasuk
membangun perkebunan di hutan lindung seluas 1,01 juta hektar.
- Presiden
menegaskan tidak ada kompromi bagi siapa pun yang mencoba
"membeli" pejabat pemerintah.
Swasembada Pangan dan Diplomasi Internasional
Indonesia tercatat mencapai rekor produksi beras tertinggi
dalam sejarah dan menargetkan swasembada pangan total dalam empat tahun ke
depan. Di kancah internasional, Indonesia terus memperkuat integrasi ekonomi
melalui kerja sama strategis dengan Uni Eropa, Kanada, Peru, Eurasia, hingga
Inggris.
Menutup pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan prinsip luar
negeri Indonesia: "Seribu teman terlalu sedikit, satu musuh terlalu
banyak." Beliau juga mengundang para delegasi untuk hadir dalam Ocean
Impact Summit di Bali pada Juni mendatang.