Gebrakan Awal 2026: RI Resmi Punya 'Kampung Haji' di Mekkah hingga Siapkan Rp335 Triliun untuk Makan Bergizi
BOGOR – Pemerintah Indonesia mengumumkan keberhasilan diplomasi bersejarah di awal tahun 2026. Untuk pertama kalinya, Indonesia resmi memiliki aset properti sendiri di Mekkah, Arab Saudi, yang disebut sebagai "Kampung Haji".
Kabar tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi usai mendampingi Presiden memimpin retret Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026).
"Bapak Rosan (Kepala Badan Investasi) melaporkan bahwa kita telah memenangkan bidding dan sekarang memiliki hotel sendiri di Mekkah. Ini atas diplomasi luar biasa dari Bapak Presiden," ungkap Prasetyo kepada awak media.
Prasetyo menyebut capaian ini sebagai kado istimewa bagi umat Islam di Indonesia. Pasalnya, pemerintah Arab Saudi untuk pertama kalinya mengubah regulasi yang mengizinkan negara asing memiliki aset properti di Tanah Suci.
Anggaran Makan Bergizi Tembus Rp335 Triliun
Selain isu diplomasi, retret kabinet juga menyoroti evaluasi program prioritas dalam negeri, khususnya Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah memastikan anggaran tahun 2026 aman dengan alokasi jumbo dalam APBN.
"Di dalam anggaran APBN kita tahun 2026, sudah dialokasikan kurang lebih Rp335 triliun untuk program makan bergizi gratis," jelas Prasetyo.
Meski program ini telah menjangkau 55 juta penerima manfaat, Presiden memberikan catatan keras terkait standar operasional. Presiden menyoroti adanya 15 insiden (kejadian tidak diinginkan) pada bulan Desember lalu dan meminta disiplin prosedur diperketat agar kejadian serupa tidak terulang.
Fokus Padat Karya dan Infrastruktur Desa
Dalam pembekalannya, Presiden juga memerintahkan percepatan program padat karya untuk mendongkrak lapangan kerja, termasuk pembangunan kampung nelayan dan pembuatan kapal tangkap ikan.
Di sektor infrastruktur perdesaan, pemerintah menargetkan penyelesaian 6.900 jembatan gantung pada tahun 2026. Jembatan ini diprioritaskan untuk akses anak-anak sekolah di daerah terpencil.
"Dalam satu bulan terakhir sudah ada 11 jembatan selesai dan 50 sedang proses. Kita akan kejar terus di 2026," tambah Mensesneg.
Terkait penanganan bencana yang melanda beberapa wilayah, pemerintah telah mengalokasikan dana rehabilitasi dan rekonstruksi dalam APBN 2026 dengan estimasi kebutuhan mencapai Rp53 hingga Rp60 triliun, di luar dana siap pakai BNPB.