Indonesia di ‘Board of Peace’ untuk Palestin: Langkah Nyata Menuju Solusi Dua Negara


BAD RAGAZ, SWISS – Indonesia mempertegas posisinya dalam mendukung kemerdekaan Palestina dengan resmi menjadi salah satu negara pendiri (founding member) Board of Peace (BoB). Keputusan strategis ini diambil langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam rangkaian kunjungannya ke World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss. Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menjelaskan bahwa Board of Peace merupakan badan internasional resmi yang bertugas memonitor administrasi, stabilisasi, serta upaya rehabilitasi pasca-konflik, khususnya di wilayah Gaza, Palestina. Bukan Sekadar Kecaman, Tapi Langkah Konkret Menlu Sugiono menegaskan bahwa keterlibatan Indonesia dalam badan ini adalah langkah nyata yang jauh lebih efektif dibandingkan sekadar menyampaikan kecaman diplomatik. "Kita masuk ke dalam untuk bisa mempengaruhi, memberikan masukan, saran, pertimbangan, dan memastikan semua arahnya mencapai kemerdekaan Palestina serta solusi dua negara," ujar Sugiono dalam keterangan persnya di Bad Ragaz. Indonesia bergabung bersama 19 negara lainnya, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Yordania, Turkiye, Pakistan, dan Mesir. Menlu juga mengklarifikasi bahwa keberadaan Board of Peace tidak bertujuan untuk menggantikan peran PBB, melainkan sebagai bentuk kepedulian internasional untuk menciptakan stabilitas yang nyata. Visi Ekonomi Presiden Prabowo di Davos Selain isu perdamaian, kunjungan ini juga menyoroti pidato kunci (special address) Presiden Prabowo mengenai arah kebijakan ekonomi Indonesia. Dalam pidatonya, Presiden memaparkan capaian 15 bulan pemerintahan yang berfokus pada reformasi struktural, perbaikan tata kelola (governance), dan peningkatan efisiensi birokrasi. Presiden menekankan bahwa kunci kemajuan bangsa terletak pada investasi Sumber Daya Manusia (SDM). "Tanpa sumber daya manusia yang berkualitas, apa yang kita cita-citakan bagi bangsa itu tidak akan terwujud," tegas Menlu mengutip pernyataan Presiden. Posisi Indonesia Semakin Diperhitungkan Respons positif dari dunia internasional terhadap langkah diplomasi dan paparan ekonomi ini menandakan posisi Indonesia kini berada pada level yang lebih tinggi. Indonesia dinilai menjadi negara yang sangat diperhitungkan dalam percaturan politik dan ekonomi internasional saat ini. Setelah menyelesaikan agenda di Swiss, rombongan kepresidenan dijadwalkan akan melanjutkan perjalanan menuju Paris untuk pertemuan bilateral selanjutnya. alfonkpictures.com - News and Entertainment