Indonesia Resmi Jadi Anggota Pendiri ‘Board of Peace’, Presiden Prabowo Tandatangani Piagam di Davos
DAVOS, SWISS – Indonesia secara resmi mengukuhkan peran strategisnya dalam upaya perdamaian dunia melalui penandatanganan piagam pembentukan Board of Peace (BoP) oleh Presiden Prabowo Subianto di Davos, Kamis (22/01/2026). Langkah ini menandai posisi Indonesia sebagai salah satu negara pendiri (founding member) dari organisasi internasional baru tersebut.
Prosesi penandatanganan piagam dipimpin oleh Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump, yang bertindak sebagai Ketua Board of Peace. Dalam sambutannya, Trump menegaskan bahwa pembentukan resmi badan ini merupakan momentum bersejarah yang telah lama dipersiapkan oleh komunitas internasional.
"Ini adalah hari yang sangat menggembirakan. Bersama-sama, kita berada dalam posisi untuk memiliki peluang luar biasa demi mewujudkan perdamaian," ujar Trump di hadapan para pemimpin dunia yang hadir.
Peratifikasian Piagam dan Mandat Gaza Presiden Prabowo Subianto naik ke panggung bersama Perdana Menteri Hungaria untuk menandatangani dokumen resmi. Penandatanganan ini secara sah menempatkan Indonesia ke dalam struktur organisasi internasional yang baru dibentuk tersebut.
Setelah prosesi penandatanganan oleh para kepala negara selesai, piagam tersebut dinyatakan berlaku sepenuhnya. Sebagai langkah perdana, organisasi ini langsung menetapkan resolusi perdana yang berfokus pada mandat kemanusiaan di Gaza.
"Presiden (Trump) akan menandatangani resolusi perdana yang akan menyelesaikan mandat Gaza bagi Board of Peace, sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803," ungkap pembawa acara dalam upacara tersebut.
Organisasi Internasional Resmi Dengan penandatanganan piagam ini, Board of Peace kini berstatus sebagai organisasi internasional resmi. Meskipun memiliki struktur mandiri, pihak organisasi menegaskan akan tetap menjalin kerja sama dengan berbagai pihak global, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Keikutsertaan Indonesia dalam BoP dinilai sebagai langkah diplomasi konkret Presiden Prabowo untuk memastikan aspirasi Indonesia didengar secara langsung dalam proses stabilisasi dan rehabilitasi kawasan konflik, khususnya di Palestina.
Selain Indonesia dan Hungaria, beberapa negara lain yang turut menandatangani piagam dalam upacara tersebut meliputi Argentina, Armenia, Azerbaijan, Bulgaria, Yordania, dan Kazakhstan.