Inggris Siap Dukung Program 1.500 Kapal Ikan dan Pendidikan Digital RI


Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan hasil konkret dari pertemuannya dengan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, di London, Selasa (20/1/2026). Dalam keterangan persnya, Presiden menyoroti dua sektor utama yang akan didorong melalui kemitraan strategis baru (New Strategic Partnership) antara Indonesia dan Inggris: maritim dan pendidikan. Prabowo menegaskan posisi Inggris sebagai mitra kunci yang memiliki keunggulan teknologi dan kekuatan finansial yang kokoh. "Mereka berminat untuk investasi di Indonesia, dan kita merasa kita bisa mendapat manfaat dari teknologi mereka, dari kemampuan keuangan mereka," ujar Presiden Prabowo. Dukungan untuk 1.500 Kapal Ikan Salah satu poin paling strategis adalah komitmen Inggris dalam mendukung rencana besar Indonesia di sektor kelautan. Presiden Prabowo menyebutkan adanya rencana investasi besar-besaran untuk membangun armada perikanan nasional. "Mereka akan dukung rencana kita untuk membangun pertama 1.500 kapal ikan," jelas Prabowo. Langkah ini, menurut Presiden, bukan sekadar pengadaan fisik, melainkan bagian dari visi yang lebih luas untuk memperbaiki taraf hidup nelayan dan desa-desa pesisir. Selain itu, program ini ditujukan untuk mendongkrak konsumsi protein masyarakat yang dinilai masih rendah. "Kita ingin meningkatkan kualitas hidup para nelayan kita. Kita ingin meningkatkan konsumsi protein rakyat kita," tambahnya, mengingatkan bahwa tiga perempat wilayah Indonesia adalah laut. Kerja Sama dengan Universitas Top Dunia Selain maritim, Presiden juga membahas pertemuan dengan perwakilan universitas-universitas terkemuka di Inggris (Russell Group). Prabowo ingin mempercepat peningkatan kualitas pendidikan Indonesia agar setara dengan standar global. Ia mencatat bahwa kerja sama sudah berjalan dengan universitas dalam negeri seperti UI dan UGM, serta kehadiran kampus cabang Inggris di Singosari dan Bandung. Fokus ke depan akan diarahkan pada bidang yang sangat dibutuhkan Indonesia saat ini. "Di bidang-bidang yang kita butuh: bidang digital, bidang teknologi. Kita ingin mengejar, kita harus punya tingkat pendidikan yang setinggi-tingginya, sederajat dengan yang terbaik di dunia," tegas Presiden. alfonkpictures.com - News and Entertainment