JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan komitmen pemerintah untuk merombak strategi pengelolaan sumber daya alam (SDA) Indonesia, khususnya di sektor Mineral dan Batubara (Minerba).
Dalam keterangannya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (28/01/2026), Bahlil menyampaikan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan pengelolaan SDA memberikan keuntungan maksimal bagi negara tanpa mematikan iklim usaha.
"Bagaimana kita bisa memediasi agar pengelolaan sumber daya alam itu betul-betul berorientasi pada penghasilan negara yang lebih baik, tapi juga harus bijak dengan pengusaha," ujar Bahlil kepada awak media.
Arahan Langsung Presiden Bahlil mengungkapkan bahwa Presiden telah memberikan arahan khusus kepadanya untuk segera menemukan formulasi pengelolaan yang tepat. Langkah ini merujuk pada amanat Pasal 33 UUD 1945, di mana kekayaan alam harus dikelola untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat.
"Kita butuh pendapatan negara yang lebih baik untuk kesejahteraan rakyat kita," tambahnya.
Isu Strategis Lainnya Terkait pertanyaan mengenai skema Badan Layanan Umum (BLU) Batubara, Bahlil menyebutkan bahwa hal tersebut masih dalam tahap diskusi biasa dan belum dibahas secara mendalam dalam pertemuan kali ini.
Selain itu, saat disinggung mengenai wacana pembentukan BUMN baru untuk mengelola Blok Meulaboh dan Singkil (Blok BKT), Bahlil masih enggan memberikan rincian lebih lanjut namun mengisyaratkan bahwa pembahasan tersebut sudah mulai berjalan. "Nanti kita bahas ya, tapi sudah ada (pembicaraannya)," tutupnya singkat.