Prabowo Bawa "Oleh-oleh" Rp 80 Triliun dari Inggris dan Cabut Izin 28 Perusahaan Perusak Lingkungan


Presiden Prabowo Subianto menutup rangkaian kunjungan kerjanya di Inggris, Rabu (21/1/2026), dengan sejumlah kesepakatan strategis. Selain mengamankan komitmen investasi senilai 4 miliar poundsterling (sekitar Rp 80 triliun), Presiden juga mengambil langkah tegas terkait penegakan hukum lingkungan di Tanah Air dari jarak jauh.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan persnya di London mengungkapkan bahwa lawatan Presiden kali ini berfokus pada hasil nyata yang berdampak langsung bagi rakyat Indonesia.

"Bapak Presiden kalau ke luar negeri itu beliau ingin ada yang didapatkan. Ada produknya, ada hasilnya, ada dampak positifnya untuk Indonesia," ujar Teddy, Rabu (21/1).

Investasi Perkapalan dan 600 Ribu Lapangan Kerja

Hasil pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menghasilkan kerja sama maritim yang signifikan, yakni pembangunan 1.582 unit kapal nelayan. Teddy menekankan bahwa proyek ini tidak sekadar pembelian, melainkan produksi yang dilakukan di dalam negeri.

"Kapalnya ini nanti menurut Menteri Kelautan akan mempekerjakan sekitar 600.000 orang karena diproduksinya, dirakitnya di Indonesia," jelas Teddy.

Rincian serapan tenaga kerja tersebut meliputi 30.000 awak kapal, 400.000 tenaga produksi, dan 170.000 tenaga kerja dari efek berganda (multiplier effect) industri pendukungnya.

Cabut Izin Perusahaan Nakal

Di sela-sela diplomasi luar negeri, Presiden Prabowo tetap memantau situasi domestik. Seskab Teddy mengungkapkan bahwa Presiden telah menggelar rapat koordinasi dengan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang dibentuknya dua bulan pasca-pelantikan.

Berdasarkan laporan Satgas, Presiden memutuskan langkah tegas terhadap korporasi yang terbukti melanggar aturan.

"Bapak Presiden memutuskan untuk mencabut izin perusahaan yang telah terbukti melanggar. Ada 22 perusahaan terkait hutan, kemudian ada enam terkait tambang yang merusak alam," tegas Teddy.

Kerja Sama Pendidikan dan Konservasi

Di sektor pendidikan, pertemuan Presiden dengan 24 profesor dari universitas terkemuka Inggris—termasuk Oxford, Imperial College, dan King's College—menghasilkan rencana pembangunan 10 kampus baru di Indonesia. Kampus-kampus ini akan berfokus pada bidang Kedokteran serta Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM).

Sementara itu, pertemuan dengan Raja Charles III menghasilkan komitmen Inggris untuk membantu pemulihan ekosistem di 57 taman nasional di Indonesia. Teddy mencontohkan konservasi yang sudah berjalan di Way Kambas dan kawasan Peusangan, Aceh.

Menuju Davos: Memperkenalkan "Prabowonomics"

Usai dari Inggris, Presiden dijadwalkan bertolak ke Davos, Swiss, pada Kamis (22/1/2026) untuk menghadiri World Economic Forum (WEF). Forum ini akan dihadiri lebih dari 65 kepala negara dan 1.000 CEO perusahaan global.

Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo akan memaparkan konsep ekonomi yang telah ia terapkan selama satu tahun pemerintahan, serta pemikiran ekonominya sebelum menjabat.

"Beliau akan menceritakan hasil-hasil yang sudah pemerintah capai dalam satu tahun ini, dan itu beliau sebut dengan 'Prabowonomics'," tutup Teddy.