JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan target ambisiusnya untuk memastikan seluruh desa dan dusun di Indonesia, khususnya di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), teraliri listrik pada tahun 2029. Hal ini disampaikan Bahlil dalam episode perdana podcast Kementerian ESDM bertajuk "Bukan Abuleke" yang dirilis baru-baru ini.
Dalam pemaparannya, Bahlil menyoroti pentingnya pemerataan akses listrik sebagai bentuk keadilan sosial. Ia menegaskan bahwa negara tidak boleh mengambil kesempatan anak-anak desa untuk maju hanya karena ketiadaan infrastruktur dasar.
"Saya ingin di 2029 semua desa, semua kelurahan, dusun ini semua saudara (dapat) listrik. Tujuannya apa? Kita enggak pernah tahu anak-anak ini kelak jadi apa. Prinsipnya negara enggak boleh mengambil kesempatan semua orang untuk maju," ujar Bahlil.
Namun, Bahlil tidak menutup mata terhadap tantangan di lapangan, termasuk praktik kecurangan atau yang ia sebut sebagai "Abuleke" (istilah dari Timur yang berarti tipu-tipu). Ia secara spesifik menyinggung adanya penyelewengan solar subsidi untuk pembangkit listrik di daerah terpencil.
"Jangan kita bertindak atas nama rakyat yang susah, tapi ternyata di balik itu ada kongkalikong yang tidak baik. Ada 'Abuleke'-nya di situ," tegasnya.
Bahlil membeberkan modus operandi di mana laporan menyebutkan listrik menyala, padahal kenyataannya listrik dimatikan di tengah malam sementara jatah solarnya tetap habis digunakan atau dijual oleh oknum tidak bertanggung jawab. Ia memastikan akan melawan praktik mafia tersebut demi menjalankan amanat Pasal 33 UUD 1945.
"Mana bisa orang ngatur saya? Yang bisa ngatur saya cuma Presiden sama Undang-Undang, selebihnya sorry ye," pungkas Bahlil.