Bikin Tenang! Ini Angka Cadangan Beras Terbaru yang Bikin Spekulan Pangan Gemetar


Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional, khususnya beras, berada dalam kondisi aman dan terkendali di tengah dinamika geopolitik global serta tantangan iklim. Per Maret 2026, total ketersediaan beras nasional tercatat mencapai 27,99 juta ton. Jumlah tersebut diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat hingga 324 hari atau sekitar 10,8 bulan ke depan. Mentan menegaskan bahwa angka ini merupakan salah satu capaian stok tertinggi untuk periode yang sama. "Stok kita hari ini tersedia untuk 324 hari. Ini mencakup cadangan di Bulog sebesar 3,7 juta ton dan stok di sektor Horeka yang mencapai belasan juta ton. Kami perkirakan stok di Bulog bisa menembus 5 juta ton dalam dua bulan ke depan seiring dengan puncak panen raya," ujar Amran dalam konferensi pers di kantor Kementerian Pertanian. Produksi Melampaui Konsumsi Data Kementan menunjukkan tren positif produksi beras nasional yang berada di kisaran 2,6 hingga 5,7 juta ton per bulan. Angka ini secara konsisten berada di atas rata-rata konsumsi nasional yang berkisar pada 2,59 juta ton per bulan. Dengan surplus produksi yang terjaga, pemerintah optimistis ketahanan pangan tetap kokoh meski dihadapkan pada ancaman El Nino. Terkait potensi kekeringan, Mentan menyatakan pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi komprehensif. "Persiapan kita jauh lebih matang dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kita sudah siapkan infrastruktur irigasi, pompanisasi untuk 1,2 juta hektar lahan, serta benih unggul yang tahan kekeringan," jelasnya. Stabilitas Harga dan Dukungan Petani Selain memastikan stok fisik, pemerintah juga fokus pada stabilitas harga menjelang hari raya. Meskipun terdapat kenaikan tipis pada komoditas tertentu seperti ayam ras sebesar 0,68%, harga sejumlah komoditas lain seperti cabai dan bawang dilaporkan justru mengalami penurunan (minus). Dukungan bagi petani juga diperkuat melalui penurunan harga pupuk sebesar 20% dan penyederhanaan regulasi penyaluran sarana produksi. Transformasi pertanian modern, termasuk penggunaan teknologi drone dalam program cetak sawah, terus dikebut untuk meningkatkan indeks pertanaman dari satu kali menjadi tiga kali setahun. "Pangan kita aman, jadi masyarakat tidak perlu risau. Fokus kita sekarang adalah memastikan seluruh infrastruktur berjalan on the right track agar produksi dalam negeri tidak terganggu oleh situasi global maupun iklim," pungkas Amran. alfonkpictures.com - News and Entertainment