Dukung Politik Bebas Aktif, Ketum MUI: Presiden Prabowo Ingin Perbanyak Kawan di Dunia


Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), K.H. Anwar Iskandar, menegaskan pentingnya sinergi yang kokoh antara ulama dan pemerintah (umara) guna menghadapi tantangan geopolitik global yang kian dinamis. Hal tersebut disampaikan dalam acara Silaturahmi Presiden RI bersama Kiai dan Tokoh Ormas Islam di Jakarta. Dalam penyampaiannya, K.H. Anwar Iskandar memberikan apresiasi tinggi terhadap visi strategis Presiden Prabowo Subianto terkait posisi Indonesia di kancah internasional. Ia menilai, kebijakan politik luar negeri yang bebas dan aktif merupakan langkah krusial untuk menjaga stabilitas nasional di tengah ketegangan global. "Kita memahami apa yang dilakukan oleh Presiden kita dalam melaksanakan politik bebas dan aktif. Artinya, tidak akan membuat musuh dengan negara mana pun, tapi memperbanyak kawan di seluruh dunia," ujar K.H. Anwar Iskandar dalam pernyataannya. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keselamatan bangsa dan umat adalah prioritas utama. Ia mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari kiai, pengasuh pondok pesantren, hingga institusi TNI dan Polri, untuk merapatkan barisan. "Momentum ini adalah waktu terbaik bagi kita untuk merajut kebersamaan. Ulama dan umara harus bersatu, ulama dan TNI harus bersatu, ulama dengan Polri harus bersatu demi keselamatan kebangsaan kita," tegasnya di hadapan para tokoh lintas ormas. Menutup pernyataannya, Ketum MUI mengajak seluruh masyarakat, khususnya umat Islam, untuk memperkuat dukungan spiritual melalui doa dan amal saleh, terutama di bulan suci Ramadan. Ia berharap kekuatan spiritual ini dapat menjadi benteng bagi para pemimpin dalam membawa Indonesia menuju cita-cita sebagai negeri yang makmur dan diberkati (Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur). Acara silaturahmi tersebut turut dihadiri oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. alfonkpictures.com - News and Entertainment