Nusron Wahid Bongkar Isi Pertemuan Istana: Alasan Presiden Prabowo Pilih Dagang dengan Amerika


Luruskan Isu Geopolitik, Presiden Prabowo Paparkan Strategi Dagang dan Mediasi Iran di Depan Ratusan Ulama JAKARTA – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid memberikan penjelasan mendalam terkait pertemuan tertutup Presiden Prabowo Subianto dengan tokoh-tokoh Islam di Istana Merdeka, Kamis (5/3/2026). Nusron mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama melibatkan tiga pucuk pimpinan ormas terbesar (PBNU, Muhammadiyah, dan MUI), sementara sesi kedua dihadiri oleh 158 pimpinan ormas Islam dan pengasuh pondok pesantren raksasa seperti Gontor, Lirboyo, Tebu Ireng, hingga Ploso. Alasan di Balik Kerja Sama Dagang dengan Amerika (ART) Salah satu poin krusial yang dijelaskan Presiden adalah mengenai penandatanganan Agreement Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat yang sempat menuai kritik. Nusron menegaskan bahwa kebijakan ini adalah win-win solution untuk melindungi ekspor Indonesia. "Indonesia surplus 24 miliar dolar AS dalam perdagangan dengan Amerika. Kalau kita tidak ambil perjanjian ART ini, produk kita bisa kena tarif masuk 32% di sana. Itu akan membuat barang kita tidak kompetitif," jelas Nusron. Ia meluruskan bahwa ART bukan berarti Indonesia menambah impor barang baru, melainkan hanya melakukan substitusi sumber impor. "Kita selama ini impor BBM dari Gabon atau Nigeria, sekarang dipindahkan ambil dari Amerika. Begitu juga kedelai yang biasanya dari Brasil, dipindahkan ke Amerika. Ini strategi agar tarif ekspor kita ke sana tetap rendah," tambahnya. BOP Sebagai Satu-Satunya Meja Perundingan Menanggapi aspirasi agar Indonesia keluar dari keanggotaan BOP, Nusron menyatakan bahwa Presiden meminta para ulama melihat fakta di lapangan. Saat ini, BOP dianggap sebagai satu-satunya instrumen diplomasi yang tersedia untuk mendamaikan konflik di Gaza dan Palestina. "Bapak Presiden mempertanyakan, kalau kita keluar dari BOP, lalu di forum mana lagi kita bisa duduk satu meja untuk merundingkan perdamaian Palestina? Saat ini, itulah jalur yang ada dan Indonesia memilih berjuang di dalam," tegas Nusron. Misi Mediasi Konflik Iran Terkait ketegangan di Timur Tengah pasca serangan terhadap Iran, Presiden Prabowo menyatakan kesiapannya menjadi mediator. Langkah ini diklaim telah mendapatkan dukungan dari negara-negara Islam kuat lainnya seperti Pakistan dan Uni Emirat Arab (UEA). Nusron menyebutkan bahwa Presiden bersama para pemimpin negara kelompok D-8 berkomitmen penuh untuk mencegah perang berlarut-larut di kawasan Teluk yang berpotensi memicu krisis pangan dan energi global. Satu Barisan Bersama Ulama Di akhir pertemuan, Nusron menekankan bahwa para ulama dan pimpinan pondok pesantren—termasuk perwakilan dari Habib Rizieq Shihab yang diwakili kedua menantunya—bersepakat untuk berada dalam satu barisan bersama pemerintah. "Para ulama memahami sikap Presiden dan bertekad bersama-sama menjaga stabilitas nasional agar dampak krisis global tidak merembet ke masyarakat bawah," pungkasnya. Keterangan Pers Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Jakarta, 5 Maret 2026 alfonkpictures.com - News and Entertainment