24 Juta Anak Muda Kuasai Reksa Dana, Menko Airlangga: Kalian Penyelamat Ekonomi Indonesia!


Menko Airlangga Luncurkan Program PINTAR, Targetkan Reksa Dana Jadi Penyangga Ekonomi Nasional
JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, secara resmi meluncurkan inisiatif PINTAR (Investasi Terencana dan Berkala) Reksa Dana sebagai langkah strategis memperkuat struktur pasar modal Indonesia. Program ini dirancang untuk menciptakan aliran dana yang stabil melalui sistem investasi rutin, guna menjaga resiliensi pasar dari tekanan volatilitas global. Dalam sambutannya, Menko Airlangga menekankan pentingnya penguatan basis investor domestik. Menurutnya, keberadaan investor lokal yang kuat berfungsi sebagai shock absorber atau penyangga saat terjadi gejolak ekonomi. "Investor domestik adalah kunci resiliensi. Jika kita bergantung pada investor asing, mereka biasanya akan mengalir keluar lebih dulu saat terjadi gonjang-ganjing. Dengan program PINTAR yang mengadopsi praktik global Systematic Investment Plan (SIP), kita harapkan pasar modal kita jauh lebih stabil," ujar Airlangga di Jakarta, Kamis (30/4). Optimisme Pertumbuhan dan Investasi Airlangga juga menyoroti capaian investasi pada triwulan pertama tahun 2026 yang menunjukkan tren positif. Nilai investasi tercatat mencapai Rp48,79 triliun, tumbuh sebesar 7,2% dibandingkan periode sebelumnya. Sektor ini juga berhasil menyerap sebanyak 706.000 tenaga kerja. Melihat tren tersebut, pemerintah optimis dapat mengejar target pertumbuhan indeks sebesar 15 hingga 20 persen secara tahunan (year on year). Target ini dipandang realistis mengingat kebutuhan pembiayaan nasional yang diproyeksikan terus meningkat. "Kebutuhan pembiayaan pada tahun 2026 ini mencapai Rp7.400 triliun dan diprediksi akan melonjak hingga Rp9.200 triliun pada tahun 2029. Peran sektor swasta dan partisipasi masyarakat melalui instrumen keuangan seperti reksa dana menjadi sangat vital," tambahnya. Dominasi Anak Muda di Pasar Modal Salah satu poin menarik yang disampaikan Menko Airlangga adalah dominasi generasi muda dalam peta investor saat ini. Tercatat, lebih dari 90 persen investor reksa dana berasal dari kalangan anak muda dengan total mencapai 24 juta orang. "Pasar modal ini dibangun bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk masa depan. Saya sangat bangga melihat anak muda kita sudah sadar investasi. Ini adalah modal besar bagi inklusi keuangan berkelanjutan di Indonesia," jelasnya. Selain penguatan domestik, pemerintah juga terus berupaya memperluas akses pasar internasional. Salah satunya melalui percepatan ratifikasi perjanjian IEU-CEPA yang diharapkan tuntas tahun ini, guna membuka peluang pasar senilai Rp21 triliun di kawasan Eropa. Acara peluncuran ini turut dihadiri oleh Menteri Keuangan, jajaran Dewan Komisioner OJK, serta jajaran direksi Bursa Efek Indonesia (BEI), KSEI, dan KPEI. alfonkpictures.com - News and Entertainment