Investor Muda Meledak! OJK Luncurkan Program PINTAR: Strategi Tajir di Masa Tua Tanpa Nunggu Modal Gede


OJK Luncurkan Program PINTAR, Dorong Budaya Investasi Berkala demi Kesejahteraan Masa Tua

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana serta membuka Pekan Reksa Dana 2026 di Bursa Efek Indonesia, Kamis (30/4). Langkah strategis ini diambil untuk memperkuat basis investor lokal dan mendorong masyarakat membangun budaya investasi yang disiplin guna menjamin ketahanan finansial di masa depan.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Dr. Friderica Widyasari Dewi, menyatakan bahwa program PINTAR dirancang untuk mengubah paradigma investasi di masyarakat. Melalui mekanisme Systematic Investment Plan (SIP), masyarakat diedukasi untuk tidak menunggu memiliki modal besar sebelum mulai berinvestasi.

"Jangan menunggu banyak untuk investasi, tapi harus teratur, rutin, dan berkala. Program ini adalah sarana perencanaan keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam berbagai fase kehidupan, terutama dalam merencanakan masa pensiun," ujar Friderica dalam sambutannya.

Dominasi Investor Muda dan Lokal

Berdasarkan data OJK, pertumbuhan investor pasar modal di Indonesia menunjukkan angka yang sangat signifikan. Hingga saat ini, tercatat terdapat 24.744.221 investor, di mana 23,49 juta di antaranya merupakan investor Reksa Dana. Angka ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 22,43% dibandingkan akhir tahun lalu.

Profil investor saat ini juga menunjukkan tren positif bagi masa depan ekonomi nasional:

  • Investor Lokal: Menguasai 99,82% pangsa pasar.

  • Demografi Muda: Sebesar 54,71% investor berada di kelompok usia di bawah 30 tahun.

"Momentum penguatan basis investor muda ini harus kita jaga dengan pendalaman pasar dan penyediaan infrastruktur yang memadai," tambahnya.

Ekosistem Digital dan Perlindungan Konsumen

Selain peluncuran PINTAR, OJK bersama KSEI juga memperkenalkan KSEI Cash Management System (K-Cash). Platform ini memungkinkan investor mengelola transaksi, menyimpan dana, hingga menerima dividen dalam satu sistem yang terintegrasi, sejalan dengan visi financial health nasional.

Meski pertumbuhan industri sangat pesat, Friderica memberikan catatan kritis mengenai perlindungan konsumen. Ia menekankan pentingnya literasi agar masyarakat terhindar dari maraknya penipuan investasi.

"Pertumbuhan industri yang pesat harus selalu diimbangi dengan literasi dan perlindungan investor. Kita selalu dorong masyarakat masuk ke investasi yang benar dengan pemahaman 2L: Legal dan Logis," tegasnya.

Dukungan Lintas Sektoral

Hadir dalam acara tersebut, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Dukungan kebijakan fiskal dan sinergi antarlembaga diharapkan mampu mengakselerasi target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%.

Saat ini, sebanyak 30 Manajer Investasi (MI) dan 26 Agen Penjual Reksa Dana (APERD) telah berkomitmen bergabung dalam program PINTAR. OJK optimis jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan rencana perluasan objek investasi, termasuk rencana masuknya produk Exchange Traded Fund (ETF) Emas sebagai alternatif investasi berkala.