Menkeu Purbaya Prediksi IHSG Tembus 28.000 di 2030, Targetkan Ekonomi 8%


Optimisme Menkeu: IHSG Berpotensi Tembus 28.000 pada 2030, Dorong Ekonomi Tumbuh 8 Persen

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan rasa optimisnya terhadap masa depan pasar modal Indonesia. Ia memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu meroket hingga menembus level 28.000 pada tahun 2030 mendatang, seiring dengan target pertumbuhan ekonomi nasional yang ambisius.

Hal tersebut disampaikan Purbaya dalam acara Peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana di Jakarta, Senin (27/4). Ia menekankan bahwa fondasi ekonomi yang kuat akan menjadi mesin utama penggerak nilai pasar modal.

"Ekspansi kita akan berlangsung sampai 2029-2030. Itu saya bilang bisa 4-5 kali (lipat). Bisa lah 28.000 ya? Paling sial. Mereka bilang itu Purbaya gila," ujar Purbaya disambut riuh hadirin.

Ia merujuk pada data historis tahun 2002 di mana indeks berada di level 200-an, namun melompat sepuluh kali lipat ke angka 2.500 pada tahun 2009. Menurutnya, dengan target pertumbuhan ekonomi yang kini diarahkan mencapai 8 persen dalam 2-3 tahun ke depan, kenaikan signifikan IHSG adalah hal yang sangat rasional.

Percepatan Reformasi dan Ekonomi 8 Persen Dalam pidatonya, Menkeu menegaskan bahwa pemerintah saat ini sedang mendesain percepatan ekonomi melalui koordinasi ketat di bawah Satgas yang dipimpin Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

"Jika sebelumnya pertumbuhan ekonomi hanya di angka 5 persen, ke depan kita akan tumbuh lebih cepat lagi. Tanpa reformasi industri yang berlebihan pun, hanya dengan menghidupkan sektor swasta dan pemerintah, kita bisa tumbuh 6 persen. Jadi, angka 8 persen itu sudah hampir kelihatan," tegasnya.

Program PINTAR: Solusi Investor Muda Guna menyambut tren positif tersebut, pemerintah bersama OJK dan APRDI meluncurkan program PINTAR Reksa Dana. Program ini dirancang khusus untuk memudahkan masyarakat, terutama generasi Z yang kini mendominasi 57 persen investor pasar modal, agar dapat berinvestasi secara disiplin tanpa perlu khawatir dengan fluktuasi harian (market timing).

Program ini menggunakan mekanisme Rupiah Cost Averaging yang terotomasi. "Bagi yang belum ahli, serahkan ke ahlinya yaitu fund manager. PINTAR memitigasi risiko sehingga setiap rupiah yang disisihkan bekerja maksimal untuk masa depan," tambahnya.

Peringatan Keras Soal Integritas Menutup pernyataannya, Menkeu memberikan peringatan keras kepada para pelaku industri keuangan untuk menjaga integritas. Ia menjamin bahwa pengawasan pasar modal saat ini telah jauh diperbaiki untuk mencegah praktik manipulasi.

"Teknologi tanpa integritas adalah resep menuju bencana. Saya ikut mengawasi. Kalau Anda (pengelola dana) macam-macam, saya hajar Anda. Integritas adalah harga mati agar investor domestik merasa aman dan investor global melihat Indonesia kredibel," pungkas Purbaya.