Tembus Rp574 Triliun! Prabowo Gebrak Jepang & Korea, Bawa Pulang Investasi Raksasa untuk Indonesia

"Presiden Prabowo Subianto sukses membawa pulang komitmen investasi sebesar Rp574 Triliun dari Jepang dan Korea Selatan. Simak penjelasan Menteri Investasi Rosan Roeslani mengenai peran Danantara..."


SEOUL – Kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Jepang dan Republik Korea pada awal April 2026 membuahkan hasil fantastis. Pemerintah berhasil mengantongi komitmen investasi total senilai USD 33,8 miliar atau setara Rp574 triliun.

Angka tersebut merupakan akumulasi dari kesepakatan investasi di Jepang sebesar USD 23,6 miliar (Rp401 triliun) dan di Republik Korea sebesar USD 10,2 miliar (Rp173 triliun).

Respons Cepat Presiden Jadi Kunci

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa produktivitas kunjungan ini dipicu oleh gaya kepemimpinan Presiden Prabowo yang sangat terbuka dan responsif dalam berdialog langsung dengan para raksasa industri.

"Mereka bisa menyampaikan langsung ke Bapak Presiden inputnya, feedback-nya, dan juga kendala-kendalanya. Bapak Presiden sangat responsif dan terbuka, ini direspons sangat positif oleh dunia usaha," ujar Rosan usai forum Indonesia–Korea Partnership for Resilient Growth di Seoul, Rabu (1/4/2026).

Di Jepang, Presiden bertemu dengan lebih dari 300 pengusaha, sementara di Korea, pertemuan intensif dilakukan dengan 11 perusahaan besar. Langkah ini dinilai efektif memangkas sumbatan birokrasi yang selama ini dikeluhkan investor.

Peran Strategis Danantara

Salah satu poin krusial dalam kunjungan kali ini adalah diperkenalkannya Danantara sebagai Sovereign Wealth Fund Indonesia. Rosan menyebut kehadiran Danantara meningkatkan kepercayaan investor untuk melakukan investasi bersama (co-investment).

"Kami sedang menindaklanjuti investasi bersama dengan Lotte Chemical dan POSCO dengan nilai investasi mencapai kurang lebih 6 miliar dolar Amerika," tambah Rosan.

Selain investasi baru, sejumlah perusahaan yang sudah beroperasi di Indonesia, seperti KCC Glass dan POSCO, menyatakan komitmen untuk masuk ke fase kedua investasi mereka. Hal ini menunjukkan bahwa investor melihat stabilitas politik dan ekonomi Indonesia sebagai modal utama komitmen jangka panjang.

Sektor Prioritas: Energi Hijau hingga Jet Tempur

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto merinci bahwa investasi dari Korea Selatan akan difokuskan pada sektor:

  • Energi & Green Transition: Solar power, carbon capture and storage, dan energi terbarukan.

  • Hilirisasi & Manufaktur: Industri baja, baterai kendaraan listrik, dan transportasi ramah lingkungan.

  • Infrastruktur & Digital: Pengembangan AI serta properti di wilayah Bumi Serpong Damai (BSD).

Selain ekonomi, pertemuan bilateral juga menyentuh isu strategis pertahanan. Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk melanjutkan proyek jet tempur KF-21 (IFX/KFX) dengan mengirimkan tim teknis dan engineering guna membahas spesifikasi serta skema pembayaran baru.

Reformasi Perizinan "Fiktif Positif"

Menjawab keluhan investor terkait lambatnya proses di beberapa kementerian, pemerintah memperkenalkan kebijakan "Fiktif Positif" melalui PP Nomor 28.

"Jika izin tidak ditepati waktunya oleh kementerian terkait, kami dari Kementerian Investasi bisa mengeluarkan izinnya secara otomatis. Kami mereduksi ketidakpastian agar iklim investasi semakin baik," tegas Rosan.

Dengan komitmen triliunan rupiah ini, pemerintah optimis pertumbuhan ekonomi nasional akan semakin terakselerasi, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi investasi utama di kawasan Asia.