Susuri Ciliwung, Menko AHY Tegaskan Normalisasi dan Kesadaran Masyarakat Kunci Atasi Banjir Jakarta
JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infrawil), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melakukan aksi susur sungai di aliran Kali Ciliwung dalam rangka gerakan "Bakti Sungai Nusantara", Senin (11/5). Dalam kegiatan tersebut, Menko AHY menekankan bahwa percepatan normalisasi dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam memitigasi bencana banjir di Jakarta.
Mengawali kegiatannya dari kawasan Rawa Jati hingga Bidara Cina, Menko AHY meninjau langsung kondisi lapangan aliran sungai sepanjang 5 kilometer menggunakan perahu karet. Ia menyoroti tantangan teknis dan sosial yang masih menghambat upaya penanganan banjir dari hulu hingga hilir.
"Berbicara penanganan banjir di Jakarta tidak bisa dilihat sepotong-sepotong. Harus terintegrasi dari hulu di Gunung Pangrango, melewati Bogor dan Depok, hingga hilir di Jakarta dan berakhir di Laut Jawa," ujar Menko AHY dalam sambutannya di kawasan Sodetan Ciliwung.
Target Normalisasi dan Kapasitas Sungai
Berdasarkan data yang dipaparkan, Menko AHY mengungkapkan bahwa proyek normalisasi sungai saat ini baru mencapai sekitar 52 persen atau 17 kilometer dari target total 33 kilometer. Masalah lahan yang belum tuntas (clean and clear) masih menjadi hambatan utama pengerjaan fisik di lapangan.
Ia menjelaskan pentingnya memperlebar penampang sungai. Saat ini, lebar rata-rata Ciliwung yang hanya 15-25 meter hanya mampu menampung debit air sekitar 200 m³/detik. Target ideal adalah memperlebar sungai hingga 35-50 meter agar kapasitas tampung meningkat menjadi 470 m³/detik guna menghindari luapan air saat cuaca ekstrem.
Sosialisasi dan Budaya Menjaga Lingkungan
Selain infrastruktur fisik, Menko AHY menegaskan bahwa pendekatan sosial jauh lebih penting. Ia menyayangkan masih banyaknya sampah dan pemukiman liar di sempadan sungai yang memicu pendangkalan hingga 20-50 cm setiap tahunnya.
"Pembangunan fisik tidak akan cukup tanpa dibarengi kepedulian masyarakat. Jangan lagi membangun bangunan liar di sempadan atau membuang sampah ke sungai. Siapa lagi kalau bukan kita yang menjaga lingkungan sendiri?" tegasnya.
Libatkan Generasi Muda
Dalam aksi tersebut, puluhan siswa SMP dan SMA turut dilibatkan dalam aksi bersih-bersih sungai. Menko AHY memberikan apresiasi tinggi atas keterlibatan Generasi Z ini sebagai penggerak pelestarian lingkungan masa depan.
Ia juga mengajak seluruh pihak, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta komunitas seperti Indonesia Water Warrior dan MAT Peci, untuk terus bersinergi tanpa sekat birokrasi demi mewujudkan ketahanan air nasional.
"Air adalah segala-galanya. Tanpa air tidak ada kehidupan, tidak ada swasembada pangan, dan tidak ada ketahanan energi. Mari kita jadikan sungai kita bersih, agar nantinya bisa menjadi sarana transportasi, olahraga, hingga pusat ekonomi yang indah," pungkasnya.
alfonkpictures.com - News and Entertainment