Pemerintah Gelar Akad Massal KUR 1.000 UMKM di Bali, Luncurkan Sistem Pelayanan Satu Pintu 'SPAR'


DENPASAR – Pemerintah mempertegas komitmennya dalam menjadikan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Ekonomi Kreatif (Ekraf) sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Hal ini ditandai dengan digelarnya acara "Akad Massal KUR 1.000 UMKM Ekonomi dan Bursa Wirausaha Unggulan" yang berlangsung di Provinsi Bali. Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menyatakan bahwa langkah ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan pelayanan dan akses permodalan yang memadai bagi para pelaku usaha di tengah tantangan ekonomi global. "Ini adalah bukti kolaborasi 'total football' antara kementerian, lembaga keuangan, dan pemerintah daerah. Kita ingin UMKM tetap menjadi tulang punggung dan solusi ekonomi kita," ujar Muhaimin Iskandar dalam sambutannya. Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan institusi pendidikan, seperti Universitas Udayana, untuk memperkuat UMKM berbasis riset. Peluncuran Sistem Digital 'SPAR UMKM' Dalam kesempatan yang sama, Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, melakukan soft launching sistem pelayanan satu pintu yang diberi nama SPAR UMKM. Sistem ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai layanan bagi pelaku usaha dalam satu platform digital. "Melalui sistem ini, seluruh UMKM di Indonesia bisa mendapatkan pelayanan pembiayaan, pemasaran, hingga pelatihan pembukuan keuangan," jelas Maman. Saat ini, pengembangan sistem tersebut telah mencapai 80 persen dari total 17 modul yang direncanakan. Meskipun saat ini baru tersedia untuk pengguna Android, pihak kementerian tengah berupaya melakukan integrasi agar segera tersedia di sistem iOS (Apple). HAKI Sebagai Jaminan Modal Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyoroti terobosan baru dalam akses pembiayaan melalui sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Bekerja sama dengan Kementerian Hukum, para pelaku ekonomi kreatif didorong untuk mendaftarkan karya mereka agar mendapatkan sertifikat HAKI yang dapat digunakan sebagai jaminan pendukung usaha. "Kami melihat ada 13 subsektor ekraf dari total 21 yang masuk dalam pendanaan hari ini. Nilai pinjamannya beragam, mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah," ungkap Teuku Riefky. Acara ini dihadiri pula oleh Wakil Gubernur Bali, Rektor Universitas Udayana, serta jajaran direksi perbankan, termasuk BRI sebagai salah satu penyalur utama KUR. Melalui kolaborasi ini, pemerintah berharap para pelaku UMKM dan Ekraf dapat terus menjaga kualitas produk dan jasanya agar tetap kompetitif di pasar nasional maupun internasional. alfonkpictures.com - News and Entertainment