Pimpinan DPR RI menggelar pertemuan koordinasi intensif bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan jajaran direksi baru Bursa Efek Indonesia (BEI) di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan. Pertemuan ini fokus membahas langkah-langkah strategis dalam membenahi tata kelola pasar modal nasional agar lebih transparan dan akuntabel ke depan.
Wakil Ketua DPR RI menyatakan bahwa koordinasi ini merupakan komitmen bersama untuk memastikan pengawasan pasar modal berjalan lebih ketat dan terukur. DPR meminta OJK meningkatkan fungsi pengawasannya demi memberikan perlindungan maksimal bagi para pelaku pasar.
"Kami baru saja melakukan koordinasi dan diskusi yang panjang mengenai bagaimana OJK dan direktur bursa yang baru dapat membenahi tata kelola bursa sehingga lebih baik ke depannya. Beberapa titik temu kesepakatan telah kami dapatkan," ujarnya dalam konferensi pers usai pertemuan.
Hasil Fit and Proper Test: 7 Direktur Baru Terpilih
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan OJK, Kiki, mengumumkan bahwa pihaknya telah merampungkan proses seleksi ketat terhadap calon pengurus BEI. Dari 4 paket yang mengajukan diri dengan total 28 kandidat, OJK menetapkan 7 nama terbaik yang akan memimpin komando BEI untuk periode 2026–2030 setelah melalui tahapan fit and proper test.
Berikut susunan direksi baru BEI yang terpilih:
Direktur Utama: Jeffrey Hendrik
Direktur Penilaian Perusahaan: Saidu
Direktur Teknologi Informasi: Munim
Direktur Keuangan dan SDM: Umi Kulsum
Direktur Pengembangan: Iding Pardi
Direktur Pengawasan: Yulianto Aji Sadono
Direktur Perdagangan: Irfan Susandi
"Kami meminta mereka berkomitmen memberikan yang terbaik, mengedepankan tata kelola yang baik (good corporate governance), serta melanjutkan reformasi integritas di pasar modal. Kita ingin pasar modal Indonesia menjadi rumah yang aman dan bertumbuh bagi investor, emiten, maupun perusahaan efek," tegas Kiki.
Target Menuju Bursa Kelas Dunia
Direktur Utama BEI terpilih, Jeffrey Hendrik, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan. Ia melaporkan bahwa jajaran direksi baru ini dijadwalkan akan disahkan secara resmi dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada 29 Juni mendatang.
Jeffrey menegaskan tekadnya untuk langsung tancap gas melanjutkan estafet reformasi pasar modal yang sudah berjalan dalam empat bulan terakhir. Fokus utama manajemen baru adalah memperdalam pasar dari sisi pasokan (supply) maupun permintaan (demand).
"Komitmen kami jelas: terus meningkatkan transparansi, integritas, dan tata kelola di BEI. Dengan fundamental yang kuat, kami optimis potensi Bursa Efek Indonesia untuk sejajar dengan bursa-bursa besar kelas dunia dapat segera diwujudkan," pungkas Jeffrey.
alfonkpictures.com - News and Entertainment