JAKARTA – Pemerintah Republik Indonesia menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas domestik, memperkuat kedaulatan pangan, hingga melakukan reformasi besar-besaran di sektor pelayanan publik dan olahraga. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI dalam konferensi pers resmi di Jakarta, Senin (22/6/2026).
Pemerintah menyatakan bahwa meskipun situasi global dan ruang publik diwarnai berbagai dinamika, kepercayaan dunia terhadap Indonesia tetap kokoh. Hal ini dibuktikan dengan suksesnya berbagai agenda internasional yang digelar di tanah air, mulai dari ajang olahraga berskala global hingga festival musik internasional.
Kedaulatan Pangan: Harga Minyakita Dipertahankan Rp15.700 per Liter
Menanggapi tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat, khususnya kelompok rentan, Pemerintah mengambil langkah proaktif dengan mempertahankan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng subsidi, Minyakita, di angka Rp15.700 per liter. Kebijakan ini tetap diambil meskipun biaya produksi membubung akibat kenaikan harga minyak sawit dunia.
"Bagi Presiden Prabowo, yang utama adalah tersedianya minyak goreng dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Keputusan ini mencerminkan sikap pemerintah yang selalu menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama," ujar Kepala Bakom.
Untuk memastikan pasokan tetap aman dan kontinu, pemerintah akan memperketat pengawasan di pasar rakyat melalui sinergi dengan BUMN pangan, yakni Perum Bulog dan ID Food. Pemerintah juga menegaskan tidak akan segan memberikan sanksi tegas bagi oknum yang melakukan pelanggaran harga maupun distribusi.
Sejarah Baru Haji 2026: Masa Tunggu Dipangkas Jadi 26 Tahun
Sektor pelayanan publik menorehkan catatan emas melalui suksesnya penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Untuk pertama kalinya, seluruh rangkaian ibadah dikelola penuh oleh Kementerian Haji dan Umrah yang baru dibentuk pada tahun 2025 lalu. Sebanyak 220.247 jemaah haji reguler dilaporkan telah selesai menunaikan ibadah dengan aman dan lancar.
Pemerintah berhasil melakukan berbagai terobosan digital, seperti penerapan Kartu Nusuk sejak di tanah air, pengurusan visa kilat, hingga optimalisasi layanan fast track keimigrasian di Jeddah dan Madinah.
Lebih dari itu, pemerintah membawa kabar baik mengenai reformasi jangka panjang antrean haji. Atas arahan langsung Presiden Prabowo, pemerintah berhasil memangkas masa tunggu haji nasional yang semula mencapai 47 tahun kini diseragamkan menjadi 26 tahun. Presiden juga telah menginstruksikan kementerian terkait untuk terus mencari solusi alternatif agar masa tunggu ini bisa dipersingkat lagi.
Paradigma Baru Himbara: Menuju "Perbankan Patriotik"
Di sektor ekonomi, Presiden Prabowo menuntut perubahan paradigma pada jajaran Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Dalam pertemuan bersama para pimpinan bank BUMN pada 18 Juni lalu, Presiden memperkenalkan konsep Perbankan Patriotik.
Melalui konsep ini, keberhasilan bank-bank milik negara tidak lagi hanya diukur dari persentase keuntungan finansial semata, melainkan dari seberapa besar kontribusi nyata mereka dalam menciptakan pemerataan ekonomi dan memperluas akses pembiayaan bagi sektor UMKM. Kendati demikian, pemerintah menjamin bahwa prinsip profesionalisme, kehati-hatian (prudent), dan tata kelola yang sehat akan tetap dijaga ketat demi kenyamanan para investor dan nasabah.
Target Piala Dunia 2030 dan Ekosistem Olahraga Berkelanjutan
Menutup keterangannya, Kepala Bakom mengapresiasi capaian gemilang Tim Nasional Sepak Bola Indonesia dalam laga FIFA Matchday awal Juni, di mana skuad Garuda berhasil menumbangkan Oman dengan skor 3-0 dan Mozambik dengan skor 1-0.
Menindaklanjuti momentum positif ini, Presiden Prabowo telah menggelar pertemuan khusus dengan Menpora Erick Thohir dan pelatih Timnas, John Herdman, di Hambalang pada 19 Juni untuk mematangkan kesiapan menghadapi Kualifikasi Piala Dunia 2030. Pemerintah berkomitmen penuh mendukung program PSSI dari hulu ke hilir.
Selain sepak bola, pemerintah juga tengah merancang arsitektur olahraga nasional jangka panjang melalui pembangunan akademi olahraga terstruktur untuk usia dini, program Pelatnas jangka panjang dengan skema anggaran multiyears, serta program sertifikasi kepelatihan bagi atlet disabilitas agar mereka dapat melanjutkan karier sebagai pelatih setelah pensiun.
"Membangun prestasi olahraga bukan hanya soal memenangkan pertandingan hari ini, tetapi juga menyiapkan generasi juara untuk tahun-tahun yang akan datang," pungkas Kepala Bakom.