Gebrakan Tegas Presiden: Ancam Mitra ‘Brengsek’ Program Makan Bergizi Gratis dan Larang Keras Menu Telur Dadar!


Gebrakan Tegas Presiden: Ancam Mitra ‘Brengsek’ Program Makan Bergizi Gratis dan Larang Keras Menu Telur Dadar!

JAKARTA — Presiden RI menyampaikan pidato bernada tinggi sekaligus emosional dalam acara Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition yang digelar hari ini, Rabu (3/6/2026). Di hadapan ribuan menteri, penegak hukum, dan mitra pengadaan, Kepala Negara menegaskan tidak akan menoleransi sedikit pun penyelewengan dalam program strategis nasional ini.

Momen mencengangkan terjadi saat Presiden secara blak-blakan menantang para mitra yang hadir di lokasi acara.

"Mitra yang yakin dia mitra yang baik, angkat tangan!... Oke turun. Mitra yang brengsek angkat tangan! Enggak ngaku ya? Gue udah warning lu ya!" ujar Presiden disambut riuh para hadirin.

1. Sedih Harus "Sikat" Pejabat yang Disayangi

Presiden tidak menampik rasa sedihnya karena harus menandatangani pergantian sejumlah pimpinan jabatan penting akibat tersandung penyelidikan hukum. Namun, ia teringat pesan mendalam dari almarhum ayahnya, Prof. Sumitro.

"Prabowo, kalau suatu saat kau dalam keadaan bingung atau ragu-ragu, ingat, berpihaklah selalu kepada rakyat," kenangnya.

Ia pun langsung menginstruksikan BPKP, PPATK, KPK, hingga Kejaksaan Agung untuk mengawasi ketat Badan Gizi Nasional (BGN). "Saya tidak mau uang rakyat dicuri!" tegasnya.

2. Sidak Porsi Ayam di Atas Panggung

Untuk memastikan kualitas makanan tak dimanipulasi, Presiden meminta contoh porsi makanan dibawa ke atas panggung dan memanggil 10 perwakilan mitra. Ia menyoroti ukuran potongan ayam yang rawan diperkecil oleh oknum nakal demi meraup keuntungan sepihak.

"Kalau potong lebih dari 14 (per ekor), dosa! Jutaan anak Indonesia akan kecewa," cetusnya.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah pun diperintahkan mengerahkan kepala sekolah dan guru untuk melakukan uji petik secara acak, termasuk memfoto dan menimbang porsi makanan anak-anak sekolah.

3. Haramkan Telur Dadar dan Orek!

Salah satu instruksi paling spesifik yang kini viral adalah pelarangan menu telur dadar maupun telur orek-orek. Presiden yang mengaku paham betul taktik selerang lokal menyebut menu dadar sangat rentan diakali.

"Kalau telur dadar, saya sudah lama jadi orang Indonesia... nanti dicampur macam-macam, tepungnya lebih banyak dari telurnya!" kelakar Presiden disambut tawa emak-emak mitra di panggung.

Sebagai gantinya, Presiden mewajibkan telur disajikan utuh, baik dalam bentuk telur ceplok (mata sapi) atau telur rebus yang sudah dikupas.

4. Target Raksasa: 3 Juta Lapangan Kerja Baru

Di balik ketegasannya, Presiden memaparkan bahwa jika program berskala masif ini berjalan lancar di puncaknya, ekosistem 30.000 unit dapur ini akan menyasar 83 hingga 85 juta anak. Skema ini diproyeksikan mampu menyerap hasil panen petani lokal secara langsung tanpa tengkulak serta menciptakan hingga 3 juta lapangan kerja baru di pedesaan.

Di akhir pidatonya, Presiden memberikan mandat penuh kepada para Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) selaku kepala dapur untuk menjaga integritas. "Mata dan telinga saya ada di mana-mana. Kalau kalian tidak mau bekerja dengan baik, silakan minggir!" pungkasnya.