Kawal Program MBG, 50 Ribu Massa Aksi Demo Istana: Koruptornya yang Ditindak, Bukan Programnya!


ISTANA NEGARA, JAKARTA – Gelombang dukungan dari masyarakat bawah mengalir deras ke Istana Kepresidenan. Puluhan ribu massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Jakarta menggelar aksi damai untuk mendesak ketegasan hukum terhadap pelaku korupsi di program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus meminta pemerintah agar program tersebut tetap dilanjutkan.

Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) menerima langsung perwakilan massa aksi di kompleks Istana. Dalam keterangan persnya, Wamensesneg mengonfirmasi bahwa aksi damai ini diikuti oleh perwakilan dari seluruh wilayah Jakarta, melengkapi aksi serupa yang sebelumnya telah dilakukan oleh aliansi masyarakat dari wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Utara.

Dukungan Hukum Tegas, Tolak Penghapusan Program

Wamensesneg menyampaikan bahwa poin utama dari aspirasi puluhan ribu masyarakat tersebut adalah mendukung penuh langkah Presiden dan pemerintah untuk menyapu bersih para oknum yang memanfaatkan program sosial demi keuntungan pribadi.

"Mereka menyampaikan aspirasi yang pada pokoknya adalah mendukung pemerintah, kepada Presiden, untuk menegakkan hukum bagi pihak-pihak atau orang-orang yang melakukan tindakan korupsi pada program Makan Bergizi Gratis," ujar Wamensesneg.

Pemerintah juga menangkap kekhawatiran masyarakat bawah. Mereka mendesak agar kasus korupsi yang dilakukan oleh oknum tertentu tidak dijadikan alasan untuk menghentikan atau menghapus program MBG. Menurut masyarakat, program ini justru harus dipertahankan dan disempurnakan demi kepentingan rakyat kecil.

Efek Domino Ekonomi Masyarakat Bawah

Lebih lanjut, Wamensesneg memaparkan bahwa program MBG bukan sekadar program pemenuhan nutrisi, melainkan instrumen penggerak roda ekonomi di tingkat bawah yang memiliki efek domino (multiplier effect) sangat besar.

  • Penerima Manfaat Langsung: Program ini telah dirasakan langsung manfaatnya oleh anak-anak, lansia, hingga ibu hamil.

  • Penggerak Ekonomi Lokal: Rantai pasok program MBG terbukti menghidupkan kembali aktivitas ekonomi para pelaku UMKM, petani lokal, hingga pedagang sayur-mayur di pasar tradisional.

"Jadi MBG tidak sekedar memberi makan, tetapi juga menimbulkan dampak ekonomi yang baik buat masyarakat di bawah," tegasnya.

Suara Rakyat: "Koruptornya yang Diotak-Atik, Bukan Programnya"

Estimasi massa yang memadati kawasan aksi damai ini diperkirakan mencapai 50.000 hingga 53.000 orang. Kenaikan jumlah massa yang signifikan dari aksi sebelumnya (yang hanya berkisar 10.000 orang) diklaim sebagai bentuk keseriusan rakyat dalam mengawal program ini.

Koordinator Aliansi Masyarakat Jakarta menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan Istana dalam menerima aspirasi mereka. Ia menegaskan bahwa program MBG sudah sangat memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi masyarakat di daerah dalam pemenuhan pangan harian.

"MBG sudah sangat dirasakan, sudah nyaman kami di daerah. Kenapa harus diotak-atik MBG? Bukankah koruptor yang harus diotak-atik?" cetus Koordinator Aksi di hadapan media.

Di akhir pernyataannya, perwakilan massa juga memberikan pesan emosional yang ditujukan kepada seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, untuk ikut berempati dengan kondisi riil di lapangan. Bagi masyarakat kecil yang kerap kesulitan sekadar untuk membeli beras, kehadiran program MBG dinilai sebagai sebuah berkah nyata yang menyelamatkan dapur mereka.

Pihak Istana memastikan seluruh aspirasi ini telah didengar dan akan menjadi komitmen pemerintah untuk terus menjalankan program strategis ini dengan pengawasan hukum yang jauh lebih ketat.