Bukan Cuma Ngaji! Menko PM Bongkar Strategi Rahasia Pesantren Sulap Santri Jadi Pengusaha Sukses


Gresik, 10 Agustus 2026 — Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) menegaskan komitmennya untuk menjadikan pondok pesantren sebagai pusat kekuatan dan simpul utama dalam program penanggulangan kemiskinan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat dalam keterangan persnya usai meninjau kesiapan ekosistem pemberdayaan berbasis komunitas di Gresik, Jawa Timur.

Menko PM menjelaskan bahwa pesantren memiliki posisi strategis karena ekosistemnya yang kuat, teruji, dan mendapat kepercayaan penuh dari masyarakat dari masa ke masa. "Penanggulangan kemiskinan yang paling efektif adalah melalui pendidikan pemberdayaan. Pesantren hadir menyiapkan SDM unggul untuk menjawab tantangan perkembangan zaman," tegasnya.

Fokus pada Wirausaha dan Tenaga Kerja Kompeten

Pemerintah menargetkan dua sasaran utama dalam penguatan kapasitas di lingkungan pesantren dan masyarakat sekitarnya:

  1. Mencetak Wirausahawan Tangguh: Mendorong lahirnya wirausaha baru yang kreatif dan inovatif dari lingkungan pesantren.

  2. Tenaga Kerja Siap Pakai: Mempersiapkan calon tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai dengan tuntutan perkembangan dunia industri.

Menko PM juga menyoroti kondisi Kabupaten Gresik yang kini tumbuh pesat sebagai kota industri. Ia menekankan pentingnya keselarasan (compatibility) antara kebutuhan industri dan kualitas SDM lokal agar masyarakat tidak sekadar menjadi penonton.

"Kita tidak ingin industri di Gresik tumbuh pesat, tetapi masyarakat lokalnya tetap miskin dan kemajuan hanya dinikmati oleh pihak dari luar. Pertumbuhan ekonomi harus dirasakan bersama oleh seluruh lapisan masyarakat, sesuai arahan Presiden," ujar Menko PM.

Tiga Strategi Utama Transformasi

Untuk mewujudkan target tersebut, Kemenko PM menetapkan tiga langkah strategis:

  • Kolaborasi Lintas Sektor: Menggandeng pihak pemerintah maupun non-pemerintah.

  • Kemitraan Industri: Membangun keterhubungan (link and match) antara sektor industri dan dunia pesantren/masyarakat.

  • Transformasi Total: Melakukan perombakan pada kurikulum, peningkatan kompetensi pengajar, hingga pemenuhan fasilitas penunjang agar relevan dengan tuntutan pasar kerja.

Apresiasi untuk BAZNAS dan BPJS Ketenagakerjaan

Dalam kesempatan yang sama, Menko PM menyampaikan apresiasi tinggi kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan BPJS Ketenagakerjaan atas peran aktif mereka dalam mendukung program pemerintah.

BAZNAS dinilai berhasil bertransformasi dari sekadar penyalur bantuan karitatif menjadi lembaga yang fokus pada pemberdayaan ekonomi berkelanjutan. Sementara itu, BPJS Ketenagakerjaan terus didorong untuk memperluas cakupan perlindungan sosial bagi pekerja rentan dan informal melalui berbagai skema pembiayaan.

"Tantangan ke depan makin kompleks, tidak ada jalan lain kecuali mengubah pola kerja menjadi lebih kolaboratif dan adaptif," pungkasnya.