Menlu RI Sugiono Siapkan National Statement di SMU PBB ke-81: Soroti Ketahanan Global hingga Isu Palestina


NEW YORK — Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono memaparkan sejumlah agenda prioritas dan hasil rangkaian pertemuan tingkat tinggi dalam Press Briefing di New York, Amerika Serikat, terkait keikutsertaan Indonesia pada High-Level Week Sidang Majelis Umum (SMU) PBB ke-81 [[00:01]].

Sidang tahun ini dipimpin oleh Dr. Khalilurrahman (Menteri Luar Negeri Bangladesh) selaku Presiden Sidang Majelis Umum PBB ke-81 [[00:22]]. Sementara itu, Indonesia dijadwalkan menyampaikan National Statement pada Sabtu sore, 26 September [[00:35]].

Dalam pidato nasional tersebut, Indonesia akan membawa pesan utama mengenai pentingnya membangun ketahanan global yang ditopang oleh ketahanan nasional serta kawasan yang kuat di tengah situasi geopolitik dunia yang penuh ketidakpastian [[00:48]]. Selain itu, Indonesia juga akan menyuarakan pandangan terkait perdamaian dan keamanan internasional, isu Palestina, penguatan multilateralisme, reformasi PBB, hingga peran strategis Global South [[01:16]].

Dorong Gencatan Senjata dan Solusi Dua Negara untuk Palestina

Isu Palestina menjadi salah satu fokus utama diplomasi Indonesia di New York. Menlu RI tercatat menghadiri pertemuan tingkat menteri Group of 8 Arab and Islamic Countries—yang beranggotakan Indonesia, Qatar, Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Arab Saudi, dan Persatuan Emirat Arab [[01:43]].

Pertemuan tersebut menegaskan komitmen bersama untuk memastikan proses perdamaian menghasilkan perubahan nyata di lapangan, termasuk mendesak gencatan senjata permanen, kelancaran distribusi bantuan kemanusiaan, serta percepatan pemulihan dan rekonstruksi Gaza [[02:08]]. Langkah konkret implementasi solusi dua negara (two-state solution) juga dibahas secara mendalam dalam forum "The Road Ahead: One Year After New York Declaration" [[02:35]].

Peran Middle Powers dan Kemitraan Antarkawasan

Di samping isu Palestina, Menlu RI turut memimpin dan menghadiri berbagai pertemuan strategis multilateral:

  • MIKTA: Dalam kapasitas Indonesia sebagai ketua MIKTA tahun ini, Menlu RI bersama perwakilan Meksiko, Korea Selatan, Turki, dan Australia membahas peran middle powers dalam memperkuat multilateralisme dan menjembatani perbedaan antarnegara [[02:58]].

  • ASEAN dan Pacific Alliance: Membahas penguatan kemitraan antarkawasan dengan empat negara anggota Pacific Alliance (Meksiko, Kolombia, Peru, dan Chili) guna mendorong kerja sama konkret di bidang pendidikan, pariwisata, digitalisasi, serta smart cities [[03:56]].

Diplomasi Bilateral dan Galang Dukungan DK PBB

Agenda diplomasi di sela-sela sidang juga diisi dengan sejumlah pertemuan bilateral bersama Menteri Luar Negeri Jerman, Inggris, dan Belanda, serta pertemuan trilateral dengan Belanda dan UN Under-Secretary-General Jean-Pierre Lacroix [[04:30]].

Momentum Sidang Majelis Umum PBB ini sekaligus dimanfaatkan oleh delegasi Indonesia untuk menggalang dukungan internasional bagi pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2029–2030 [[05:20]].

Rangkaian kegiatan diplomasi Indonesia di New York masih akan terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan dengan agenda yang mencakup isu perlindungan kemanusiaan, pembangunan lingkungan, hingga peace building [[05:58]].